Bincang Hangat Orang Tua Siswa Dengan Ditjen PAUD

Semarang (2/12) Kunjungan Pihak Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ke Gaussian Kamil School berbuah diskusi yang menarik. Salah satu sesi dalam visitasi tersebut adalah ramah tamah antara orang tua siswa yang diwaliki oleh Ibu Usrek, Ibu Krisna dan Bapak Wandah dengan Pihak Ditjen PAUD, Bapak Khelmy K. Pribadi.

Sesi Ramah tamah orang tua siswa dengan pihak Ditjen PAUD bertempat di Hall GKS dengan tetap mamatuhi protokol kesehatan, yakni dengan senantiasa menjaga jarak, menggunakan masker. Sesi tersebut diawali dengan pertanyaan kenapa orang tua menyekolahkan anaknya di Gaussian Kamil School.

Ibu Usrek sebagai salah satu perwakilan orang tua murid yang hadir menjawab pertanyaan pembuka Bapak Khelmy mengapa menyekolahkan anak di Gaussian Kamil School. Ungkapnya bahwa sistem pendidikan di GKS mengutamakanPractical Learning dan Softskill serta Leadership yang menjadikan anak sebagai pribadi yang mandiri dan tangguh.

“Anak saya itu sekolah tidak hanya sekedar mendapat materi saja namun disini juga ada prakteknya. Saya melihat anak saya sedang berpraktik masak-masakan, ya benar-benar memasak di dapur dengan kompor dsb. saya sangat senang melihat perkembangan dia (anak)” ungkapnya Ibu Usrek.

Selain itu pula, Ibu Khrisna menyampaikan bahwa salah satu alasan menyekolahkan anak di Gaussian Kamil School karena anak-anak dihargai sebagai pribadi dengan kekhasan identitas mereka sendiri. Tanpa memaksa anak menjadi seragam.

Lanjut Ibu Khrisna, “Gaussian Kamil School memberikan kebebasan bagi anak dalam kegiatan pembelajarannya. Anak-anak dibiarkan menjadi pribadinya sendiri, yang berbeda tiap anaknya. Anak dibebaskan belajar dan mengeksplor sesuai interest-nya mereka. Para guru juga sangat menghargai proses tiap anak. saya melihatnya itusebagai wujud penghargaan atas karakter dan pribadi anak.” terangnya.

Senada dengan orang tua siswa, Bapak Khelmy juga menyampaikan bahwa dengan memberikan kebebasan bagi anak untuk memilih membawa dampak yang sangat bagus pada perkembangan karakter dan karier anak di masa mendatang.

“Dulu kan orang tua kita mewajibkan anaknya untuk A atau B. Dalam urusan pekerjaan misalkan anak harus jadi tentara atau polisi. Saya rasa dengan adanya kebebasan disekolah sebagai wujud menghargai pribadi anak saya sangat setuju.” jelasnya.

Sementara itu, Bapak Wandah menyampaikan bahwa menyekolahkan anak di Gaussian Kamil School merupakan pilihan yang tepat. Apalagi pada masa pandemik Covid-19 ini. Anaknya yang tergolong aktif tetap dapat beraktivitas layaknya sekolah normal seperti biasa.

“Anak saya itu meskipun Covid-19 itu tidak terhalang untuk belajar. Ketika saya tanya mengenai sekolahnya dia bercerita mengenai project membuat es krim, bercocok tanam. Jadi meskipun Pembelajaran jarak jauh dukungan dari pengajar Gaussian Kamil School sangat membantu anak saya untuk mengekspresikan kreativitas” Imbuhnya.

Gaussian Kamil School menerapkan praktik pembelajaran theory and research informed, yakni mengutamakan keseimbangan antara teori dan praktik untuk dapat mengeksplorasi kreatifitas pada anak dalam setiap pembelajarannya. (DWK)