Integrasi Teknologi Dalam Sistem Pendidikan

Semarang (27/9), Pandemi Covid-19 telah merubah segala sendi kehidupan manusia. Aktivitas belajar mengajar dalam dunia pendidikan yang sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka dengan kehadiran peserta didik secara fisik, kemudian berubah menjadi tatap muka secara daring dalam dunia virtual.

Melansir dari Tempo.co bahwa kegiatan belajar mengajar secara daring ini telah dilaksanakan oleh peserta didik PAUD sebanyak 6,87 juta atau 10 persen dari total peserta didik terdampak Covid-19 di Indonesia.

Kegiatan belajar mengajar secara daring membutuhkan kehadiran teknologi sebagai perantara antara guru dengan peserta didik. Penggunaan teknologi untuk pembelajaran peserta didik PAUD harus diintegrasikan secara tepat dan safe.

Akademik Associate Gaussian Kamil School, Ali Formen PhD menyampaikan bahwa, “Covid-19 telah mengajarkan pada kita bahwa teknologi tidak mampu menyelesaikan masalah, namun mengandalkan guru saja tidak pula menyelesaikan masalah.”

“Integrasi teknologi dalam sisitem pendidikan kita yang propriate dan safe dapat mengurangi resiko yang ditimbulkan lebih jauh oleh Covid-19 kali ini” sambung beliau.

“Memang di tanah air kita masih terkendala akses, namun dengan kita secara tulus mengakui teknologi dibutuhkan dalam sisitem pembelajaran kita kedepan. Itu dapat menjadi justifikasi pemangku kebijakan untuk melakukan investasi yang serius peningkatan kapasitas dan daya dukung teknologi” tutup Pak Ali.

Gaussian Kamil School sudah mengintegrasikan teknologi kedalam kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran melalui dunia virtual tidak hanya melalui aplikasi video conference, tetapi juga ditunjang dengan konten-konten edukatif dari kanal Youtube Gaussian TV, dan akun Instagram Gaussian Kamil School. (DWK/ASN)